Entri Populer

Jumat, 30 Desember 2011

BBWSCC dan Dinas Kebersihan, Dimana Kau...! Laporan Susur Ciliwung Lanjutan 24 Des 2011


Gunung Sampah TPA Ciliwung. RT/RW: 12/09 Kelurahan Pejanten Timur Kecamatan Pasar Minggu - Jakarta Selatan

Foto dan Laporan : Sudirman Asun
Seri Tahun Kunjungan Wisata Ciliwung


“Jika pohon terakhir sudah ditebang, jika sungai terakhir sudah tercemar, jika ikan terakhir sudah ditangkap, maka manusia akan sadar bahwa manusia tidak dapat makan uang” .
Ungkapan ini semakin terasa menyayat hati ketika team susur Ciliwung memasuki Kota Jakarta, puncak dari permasalahan Sungai Ciliwung.

Tak ada lagi kehidupan ikan lain yang tersisa, selain ikan sapu-sapu yang kuat dan toleran bertahan dengan Sungai Ciliwung yang tercemar berat. Sungai yang dulu bisa memberi kehidupan kepada semua makhluk di sekitarnya, kini hanya berupa aliran air yang keruh penuh sampah,berbau busuk dan anyir.

Susur Ciliwung Lanjutan kali ini dimulai kembali dari titik terakhir Ciliwung Pondok Cina dan finish di Komunitas Ciliwung Condet, tidak seperti susur terdahulu yang dilakukan dengan berjalan kaki menyusuri bantaran sungai kali ini susur dilakukan dengan mengendarai 4 unit perahu karet dan 1 perahu kano,Hal ini dikarenakan medan yang banyak dirintangi terhalang oleh bangunan karena privatisasi dan pencaplokan bantaran sempadan sungai.

Kegiatan susur yang dimotori oleh Komunitas Peduli Ciliwung (KPC Bogor) dan didukung kesatuan jaringan kesatuan Komunitas Ciliwung yaitu Komunitas Ciliwung Bojonggede, Komunitas Ciliwung Depok, Komunitas Ciliwung Condet, Komunitas Ciliwung Rawajati dan Green Camp Halimun Manggarai.
Tidak ketinggalan peserta susur partisipan dari awak media dan tokoh pengamat ekonomi Faisal Basri beserta keluarga.

Kejahatan Ciliwung Oleh Sistem
Memasuki Jakarta, Sungai Ciliwung seperti mau menceritakan sebuah petaka dan pembiaran proses kehancuran sebuah peradaban manusia.

Areal Sungai Ciliwung seperti areal tanpa hukum dan pemerintahan, anda boleh membuang apa saja ke dalam sungai, mulai dari sampah hingga limbah tanpa ada sanksi hukum, dari sampah perorangan hingga sampah dari instansi pemerintah seperti gerobak dan truk-truk sampah Dinas Kebersihan, banyak yang membuang di bantaran sungai.
Dari limbah cair rumah tangga hingga limbah industri besar, baik yang terlihat jelas dibuang langsung maupun yang mengalir melalui sungai-sungai kecil yang bermuara ke Ciliwung, pemerintah memberi contoh dan mengajarkan dengan baik kepada masyarakat untuk boleh merusak ekosistem sungai tanpa terkena ancaman sanksi hukuman.

Membuang ke sungai adalah alasan paling praktis, murah dan paling mudah dilakukan sehingga dianggap menghemat tenaga dan biaya, tanpa peduli dengan orang yang berada hilir dibawahnaya ( “persetan dengan orang lain, ngapaiin peduli, pemerintah saja tidak peduli” )
Dimana yang namanya Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) dan Dinas Kebersihan..?
Kemana semua dana anggaran besar untuk Ciliwung yang berjumlah Trilyunan Rupiah..?
( Hanya mereka dan Tuhan yang bisa menjawabnya).

Sungai Ciliwung yang sedianya bisa dimanfaatkan sebagai Sumber daya Air, diperlakukan dengan tidak manusiawi, segala macam sampah dan limbah semuanya boleh ditumpahkan ke sungai melaui bantaran yang dipenuhi bangunan dan TPA.
Gunung-gunung sampah raksasa dimana-mana, bantaran sungai dimanfaatkan sebagai Tempat Pembuangan Akhir (TPA) terasa sebagai hal yang wajar, biasa dan legal.
Dua Gunung sampah raksasa paling besar, keduanya terdapat di bantaran Sungai Ciliwung Kelurahan Pejanten Timur Kecamatan Pasar Minggu- Jakarta Selatan.
Saking besarnya, dengan ukuran ketinggian puluhan meter dan lebar ratusan meter sampai dasar gundukan sampah menyentuh permukaan air sungai.

Bisa dipastikan sampah akan hanyut jika ketinggiaan air bertambah dan sampah terutama sampah kantong plastik dan styrofoam akan terbawa ke hilir nyangkut kemana-mana dari bantaran pinggir sungai hingga nyangkut mencekik dahan, batang dan akar pohon dan jutaan meter kubik sampah akan terhenti memadati Pintu Air Manggarai dan perairan Kep. Seribu.

Begitu juga dengan pembuangan limbah oleh beberapa pabrik tahu skala besar di daerah Lenteng Agung dan Cijantung, limbah cairan sisa cairan pengolahan tahu dibuang melalui pipa-pipa paralon dari atas bangunan pabrik di atas bantaran sungai. Cairan putih pekat bebau busuk tercium hingga radius ratusan meter hingga kami tidak tahan berlama-lama berada dekat di sekitar daerah itu.

Jelas dari pertama bangunan pabrik tahu berdiri di pinggir bantaran sungai sudah melanggar peraturan Garis Sempadan Sungai (GSS), ditambah lagi dengan pembuangan limbah ke sungai tanpa melalui IPAL .
Penanganan bisa lebih baik jikalau limbah tersebut dialirkan ke IPAL dan bisa diolah menjadi biogas sebagai energi alternatif yang ramah lingkungan.

Pendataan dan pemetaan sungai dengan koordinat GPS kali ini berhasil mendata Ciliwung mulai dari Pondok Cina, Lenteng Agung, Cijantung, Tanjung Barat, Pasar Minggu, dan Ciliwung Condet .

REVOLUSI CILIWUNG..!, Untuk Ciliwung Yang Lebih Manusiawi
komunitasciliwung@yahoo.com


Saking besarnya, dengan ukuran ketinggian puluhan meter dan lebar ratusan meter sampai dasar gundukan sampah menyentuh permukaan air sungai.


Ratusan Titik Gunung Sampah Ciliwung, Dimana Fungsi Lurah Sebagai Ujung Tombak Pemerintahan..?


Pembuangan Limbah Rumah Tangga Dari Komp. Perumahan


Limbah Rumah Tangga Aliran Sungai Kecil Yang Bermuara Ke Sungai Ciliwung


Salah SAtu Dari Sekian Banyak Pabrik Tahu Di Bantaran Yang Semuanya Membuang Limbah Langsung Ke Sungai Tanpa Melaui IPAL


Sampah Plastik Membelit Pepohonan Bantaran Sungai


Sampah Styrofoam Kemasan Makanan di Ciliwung Sudah Sampai Tahap Yang Membahyakan Ekosistem Sungai dan Laut


Pencaplokan dan Privatisasi Sungai Oleh Orang Berduit Dicontoh Akan Dicontoh Dan Diikuti Juga Oleh Warga Ekonomi Menengah Ke Bawah


Sebentar Lagi Akan Berdiri Bangunan, Pencaplokan Dan Privatisasi Seakan Adalah Hal Legal.


Beristirahat Di Bawah Jembatan Jl. Akses UI


Revolusi Ciliwung Untuk Ciliwung Yang Lebih Manusiawi


Kami Generasi Pewaris Ciliwung Menggugat Negara Untuk Pengelolaan Ciliwung Yang Lebih Manusiawi Buat Kami.


Family Adventure keluarga Bang Faisal Basri, Wisata Edukasi dan Kepeduliaan Lingkungan


Finish di Komunitas Ciliwung Condet, Sampai Jumpa Pada Susur Lanjutan Berikutnya Bulan Depan.

Kamis, 08 Desember 2011

Undangan #NimbrungdiCiliwung Episode Wiken Piknik Ceria Minggu 11 Des 2011


Kawasan Konservasi Hutan Bambu Komunitas Ciliwung Bojonggede

( SERI TAHUN KUNJUNGAN WISATA CILIWUNG )

Temans Jejaring Komunitas Peduli Ciliwung Jakarta Bogor Depok, kita kembali berkumpul kali ini untuk bersenang-senang dan refreshing. Menjalin tali persaudaraan dan kekerabatan. Kali ini acaranya santai dan kita bakal hepi-hepi sepanjang hari.

Kapan?

Hari,tanggal: Minggu, 11 Desember 2011
Jam: 09.00 - 16.00 WIB


Tempat?

Komunitas Ciliwung Bojonggede Kampung Glonggong Jl.H. Wahid (500 M dari stasiun Bojonggede)


Apa saja acaranya?

1. Hunting foto (makro, landscape hutan bambu dan sungai, Human Interest)
2. Main air di Ciliwung
3. Susur Kampung dan hutan bambu
4. Trash Buster ( mulung sampah Ciliwung)

Yang perlu dibawa?

Berhubung ini adalah acara kita bersama, diharapkan:

1. Bawa konsumsi ntar kita kumpulkan bersama (Pot luck).. Prasmanan ala Komunitas
2. Baju ganti, kalo ada yang mau main2 air
3. Wajib kamera poto untuk hunting ato sekedar narsis
4. Obat2an pribadi
5. Botol minum pribadi (akan disediakan air minum isi ulang)


Bagaimana menuju kesana?

Bisa dengan kereta KRL Jabodetabek turun di stasiun Bojonggede. Lokasi Komunitas Ciliwung Bojonggede 500 meter dari stasiun. Untuk jelasnya, sila cek peta lokasi


Penasaran dengan Ciliwung Bojonggede?

Sok dilihat bocoran foto2nya TKP di sini Kawasan Konservasi Hutan Bambu Komunitas Ciliwung Bojonggede


Nah seru bukan? makanya teman2 kudu datang biar ga nyesel. Jadi catet ya.. #nimbrungdiciliwung bojonggede Episode Wiken Ceria. Sampai jumpa di TKP!


Yang mau merasakan hawa dingin serasa di Puncak dan nyayian suara hutan bambu pada malam hari boleh nginap dan bawa perlengkapan tidur seperti jaket tebal atau sleeping bag. Kami sudah standby di lokasi dari Sabtu 10 Desember jam 13.00 WIB.

Kontak Person
Henry Adam 081310060617
Abdul Kodir 081380748996



Sawung Serbaguna Komunitas Ciliwung Bojonggede


Landscape Hutan Bambu Sungai Ciliwung Bojonggede


Hutan Bambu Ciliwung Bojonggede dilihat dari ketinggian


Hunting Foto Makro, Landscape Sungai dan Hutan Bambu, Human Interest



(oleh: Hendra Michael Aquan Transformasi Hijau, Foto : Sudirman Asun )
komunitasciliwung@yahoo.com

Kamis, 24 November 2011

Kamera CCTV Pos Pemantau Ciliwung Depok Rusak Tidak Berfungsi, Susur Lanjutan 12 Nov 11




Foto Tulisan: Sudirman Asun

Setiap musim hujan tiba, Kota Jakarta selalu menjadi langganan banjir dari luapan Sungai Ciliwung setiap tahunnya.

Memasuki bulan Oktober ini warga Jakarta kembali was-was akan bahaya banjir, mengingat siklus banjir besar 5 tahunan terakhir pada tahun 2007 apalagi setelah melihat apa yang dialami negara tetangga Thailand dilanda banjir besar selama hampir 2 bulan dan menelan korban jiwa lebih dari 500 orang.

Upaya menenangkan masyarakat dilakukan dengan adanya pemasangan kamera CCTV di beberapa titik pemantauan ketinggian debit air Ciliwung diantaranya di Bendung Katulampa dan Depok. Pemasangan kamera CCTV yang bisa diakses kahalayak umum dengan cepat melalui jaringan online internet diharapkan bisa mempercepat proses evakuasi di daerah langganan rawan banjir.

Akan tetapi hasil dari temuaan di lapangan sewaktu susur cukup membuat kami mempertanyakan keseriusan pemerintah menghadapi dan menanggulangi bahaya banjir yang merupakan permasalahan klasik dari Kota Jakarta.

Apa yang kami saksikan di Pos Pengamat di Ciliwung Depok ini kamera CCTVnya ternyata rusak dan tidak berfungsi, menurut petugas pos yang kami temui bahwa kamera yang menyorot mengarah ke pengukur ketinggian debit air di bawah jembatan ini hanya beroperasi 2 bulan dan telah rusak setelah pemasangan satu setengah tahun lalu.

Saya sebagai warganegara menyayangkan pajak yang saya bayar ke negara tidak dipergunakan secara maksimal untuk pelayanan umum yang diselenggarakan pemerintah.

Pos pemantau yang dikelola oleh Dinas PU DKI Jakarta ini mempekerjakan 3 petugas pemantau yang bekerja secara bergantiaan, alat komunikasi yang dipakai untuk informasi ketinggian air dan banjir masih hanya mengandalkan pesawat radio dan telepon.

Susur Ciliwung dengan berjalan kaki yang dilanjutkan kembali dari titik terakhir susur Stasiun Depok Lama.

Kegiatan susur yang digagas oleh Komunitas Peduli Ciliwung (KPC Bogor) didukung penuh oleh gabungan Komunitas Ciliwung bersatu.

Peserta susur kali ini sebanyak 8 orang yaitu Hari Kikuk (komandan susur KPC), Abdul Kodir, Fauzi (Komunitas Ciliwung Condet), Udin Zibrut, Lutfi (Komunitas Ciliwung Bojonggede), Resha Rashtrapatiji (Dongeng Segar), Bambang Wijiatmoko (warga Depok), dan sahabat komunitas Khourie Widiasari, Ria Soenardjo.

Yang menarik dengan adanya peserta susur Bambang Wijiatmoko mencoba susur menggunakan sepeda, walaupun harus sampai dipanggul sepedanya melewati medan pinggir sungai, dengan semangat Bambang mengungkapkan cukup menarik bisa melihat persoalan Ciliwung dari dekat, dan cukup untuk olahraga mencari keringat. Banyak yang bisa dilihat dan dipelajari dari potensi Ciliwung mulai dari keaneka ragaman hayati sampai satwa-satwa liar Ciliwung yang dapat didokumentasikan dalam bentuk gambar foto dari mulai pengamat burung, reptil dan serangga, hingga mempelajari jejak-jejak kaki satwa.

Ciliwung hampir memasuki kawasan Jakarta, aliran air Sungai Ciliwung berwarna kuning pekat kecoklatan akibat membawa larutan tanah merah akibat erosi yang disebabkan maraknya alih fungsi lahan dan pencaplokan Daerah Sempadan Sungai ciliwung, merubah hutan bambu di sekitar bantaran sungai menjadi komplek perumahan. Tanah yang tergerus musim hujan ini memperparah sedimentasi dan pendangkalan akut aliran Ciliwung, sehingga daya tampung sungai Ciliwung menjadi tidak maksimal.

Banyaknya privatisasi Bantaran Ciliwung menyebabkan rute susur banyak yang buntu oleh tembok dan pagar sehingga menyebabkan kami harus melambung jauh ke jalan raya dan komplek perumahan dari jalur aliran sungai sebenarnya. Aliran sepanjang Ciliwung Depok terlihat cukup banyak jumlah gunung sampah di bantaran sungai yang berhasil kami data.

Pendataan berakhir di titik Jeram Kebo Gereng Kelurahan Kemiri Muka, Kebo Gereng dinamakan begitu karena sering menenggelamkan ternak kerbau yang dimandikan di sungai dan Gereng adalah suara perlawanan yang ditimbulkan sang kerbau karena ketakutan tak berdaya tersedot perangkap aliran jeram dibawahnya.

Jeram Legendalis yang paling ditakuti oleh pembawa rakit Sungai Ciliwung karena mempunyai daya hantam ke bawah perangkap lubang di bawah aliran air, serta arus yang terperangkap menyebabkan kekuatan air bersifat berputar dan menyedot.

100 M hulu diatasnya, juga terdapat Kedung Pusar (dasar Lubuk dalam yang aliranya berputar)

Sepanjang susur dari Stasiun Depok Lama hingga Jeram Kebo Gereng di Kelurahan Kemiri Muka, kami berhasil mendata Ciliwung yang melewati Kelurahan Depok Kecamatan Pancoran Mas, Kelurahan Mekar Jaya Kecamatan Sukma Jaya, Komplek Perumahan Pesona Khayangan, dan Kelurahan Kemiri Muka Kecamatan Beji.




Pos pengamatan ketinggian aliran air Ciliwung Depok


Penggaris Pengukur Ketinggiaan Air Dibawah Jembatan Depok, tanda warna biru (siaga 3), kuning (siaga2), merah (siaga 1) banjir Jakarta.


Kamera CCTV yang diarahkan ke pengukur ketinggian air sungai Rusak Tidak Berfungsi, hanya beoperasi selama 2 bulan sejak pemasangan baru satu setengan tahun yang lalu, terlalu….!



Komunikasi Pos Pemantau Depok hanya mengandalkan Pesawat Radio dan Jaringan telepon.


Titik -titik sampah sepanjang Ciliwung Depok


Ttitk Sampah Bantaran Ciliwung di Poncol Atas Depok



Titik Sampah di Mekar Jaya Depok


Buang Sampah Yang Benar Itu Seperti apa ya..?


Titik Sampah di Kemiri Muka


Mencatat Titik Sampah di Ciliwung Perumahan Pesona Khayangan


Alih Fungsi Lahan Sepanjang Aliran Ciliwung


Aliran Air Membawa Sedimentasi Coklat Pekat membawa larutan tanah merah akibat hilangnya hutan bambu di pinggir bantaran sungai, Pendangkalan sungai semakin akut.


Susur Sungai Oleh Bambang Wijiatmoko Pecinta Sepeda, beda cara beda rasa.


Banyaknya privatisasi Bantaran Ciliwung menyebabkan rute susur banyak yang buntu oleh tembok dan pagar sehingga menyebabkan kami harus melambung jauh ke jalan raya dan komplek perumahan dari jalur aliran sungai sebenarnya.


hobi foto dan mendata serangga dan satwa Ciliwung


Jejak Satwa Liar Ciliwung


Jejak burung air, inilah mengapa Ciliwung sangat cocok untuk hobi pengamat burung.



Sosialisasi dan ajakan untuk mencintai sungai kepada anak-anak kecil di Jeram Kebo Gereng


Peserta Susur Komunitas Ciliwung bersatu

komunitasciliwung@yahoo.com

Jumat, 18 November 2011

#NimbrungDiCiliwung Minggu 20 Nov 11 Undangan Partisipasi Kegiatan Menggalang Ide dan Gagasan Penyelamatan Ciliwung


Nimbrung Di Ciliwung 20 November 2011 di Komunitas Ciliwung Condet

Kota Jakarta punya segalanya, baik sumber dana dan sumber daya manusia pintar-pintar dan cerdas-cerdas, akan tetapi sepertinya persoalan kerusakan Sungai Ciliwung terasa berlarut-larut selama puluhan tahun tidak tertangani bahkan proses pengrusakan ekosistem Ciliwung terakhir ini terasa makin menjadi-jadi.

Kelompok kecil para Komunitas Ciliwung mulai dari Komunitas Peduli Ciliwung Bogor, Komunitas Ciliwung Bojonggede, Sanggar Daun Lenteng Agung, Komunitas Ciliwung Condet, Komunitas Ciliwung Rawa Jati, Green Camp Halimun Manggarai dan Komunitas Hijau seperti Transformasi Hijau, Dongeng Kanvas, Dongeng Segar dan Teens Go Green dalam kelompok-kelompok kecil terus mengupayakan penyelamatan dan konservasi Ciliwung.

Kami memerlukan lebih banyak lagi tenaga, sukarelawan, gagasan dan ide lebih banyak lagi untuk memperkuat jaringan dan membangun sinergi baru pemberdayaan warga pinggir Ciliwung merubah mindset, paradigma tentang sungai sebagai sumber daya air permukaan yang perlu dijaga , menggali kembali kearifan lokal menjaga sungai.

Untuk itu pada Hari Minggu 20 November kami mengajak semua komunitas- komunitas maupun warga Jakarta untuk berkunjung ke Ciliwung partisipasi kegiatan menggalang ide dan gagasan penyelamatan Ciliwung.

Hari, tanggal : Minggu, 20 November 2011
Waktu : Pukul 07.00 – 17.00 WIB
Lokasi : Komunitas Ciliwung Condet (KCC) Jl. Munggang Condet, Balekambang
Kegiatan : Kumpul warga dan komunitas untuk mengenal potensi wisata Ciliwung
Contact Person : Abdul Kodir 081380748996


Waktu Kegiatan Detil Acara
07.00 – 08.00 Registrasi Peserta Peserta Registrasi dan dibagi jadi 5 kelompok
08.00 – 09.00 Trash Buster (Mulung Sampah Ciliwung) Peserta beserta koordinator titik menuju lokasi pembersihan (briefing, pembagian tugas, teknis pengumpulan dan penghitungan)
09.00 – 09.30 Pembukaan acara Pantun Betawi
Penanaman Salak Condet – (Wakil KCC; Dinas Kelautan dan Pertanian)
Launching Paket Wisata Ciliwung (Wakil KCC, Dinas Pariwisata)
09.30 – 17.00 Nimbrung Komunitas Peserta bisa berkeliling ke stand setiap Komunitas
a. Nimbrung Jelajah
1. Arung Ciliwung (KCC, Green Camp)
2. Jelajah Kampung + Lomba Mungut Sampah (KCC, SSE, Lantan Bentala)
3. Pengamatan Burung dan Herpet (TRASHI) – 14.00 -16.00

b. Nimbrung Aksi 1. Workshop fotografi (Henry Adam)
2. Edukasi Pemilahan Sampah (KOPHI)
3. Kampanye foto dan survey Styrofoam (TGG)
4. Kreasi kreatif (Green Camp Halimun)
5. Video komitmen (Earth Hour)
6. Nonton film jadul (KHI)
7. Bazaar Makanan Tepi Kali (Ibu2 Condet)

c. Nimbrung Gaya
1. Musik dari Komunitas Talang
2. Magic in Ciliwung (Line Magic Community)
3. Story telling Dongeng Kanvas (tentang penanaman)
4. Musik dari KPC Rawajati
5. Story telling SSE (tentang sampah)
6. OTIC (Obrolan Tepi Ciliwung): Peta Hijau, KPC Bogor. Tema: Ciliwung, Ruang Terbuka Hijau yang Terabaikan.

Peringatan ini akan dilakukan dalam bentuk wisata edukasi yang disebut Nimbrung di Ciliwung. Kegiatan ini merupakan upaya pengenalan potensi positif yang mungkin dikembangkan di bantaran Ciliwung Condet. Peserta yang hadir dalam kegiatan ini akan mendapatkan pengetahuan dan informasi praktis perihal kegiatan penyelamatan Ciliwung yang saat ini tengah dilakukan oleh komunitas peduli Ciliwung Jakarta.

Demikian undangan ini kami sampaikan, besar harapan kami Bapak/Ibu/Saudara bersedia menghadiri kegiatan ini. Terima kasih untuk kerjasama yang diberikan.


#NimbrungdiCiliwung, Berkumpul, Bermain, Bercerita, Berkreasi dan Belajar di Ciliwung
Minggu, 20 Nov11 07.00 – 16.00 WIB
Logo: Synyster 'Synn' Green


Peta Komunitas Ciliwung Condet lebih di zom lagi biar pada gak nyasar… —


Peta Lokasi Komunitas Ciliwung Condet Condet-Balekambang Jl. Munggang No. 6 Jakarta, Indonesia 13530 Atau bisa turun di stasiun Pasar Minggu Lama Naik Ojek Rp. 5 ribu, bilang ke tkg Ojeknya Jl. Pucung (pangkalan Bambu) simp. Jln Munggang CP bang Kodir 081380748996

Minggu, 06 November 2011

“Ayo Generasi Muda Selamatkan Ciliwung”, Lomba Mulung Sampah Ciliwung Kelurahan seKota Bogor


Kelurahan BantarJati Berhasil Mempertahankan Juara Pertama Lomba Mulung 2011, Penyerahan Hadiah Trophy Walikota dan Hadiah Uang Dilakukan Pada Hari Jumat 4 Nov 2011 (Dokumentasi: Hapsoro)

Tulisan: Sudirman Asun
Bagaimana bisa mengajak warga untuk ikut peduli dan memelihara Sungai Ciliwung, itulah harapan yang terpikirkan oleh teman-teman Komunitas Peduli Ciliwung (KPC Bogor) dengan mengadakan Kompetisi Lomba Mulung Sampah Ciliwung untuk ketiga kalinya sebagai acara tahunan Kota Bogor.

Walaupun sebagian dari warga Kota Bogor yang mengikuti kompetisi ini masih karena motif mendapatkan hadiah uang dan kebanggaan tropy bergilir dari Wali Kota Bogor, ini merupakan satu prestasi tersendiri bagi Kota Bogor dibandingkan Kota Jakarta, yang selama ini warga Jakarta mengkambinghitamkan warga Bogor, bahwa banjir Jakarta adalah kiriman dari Bogor.

Kegiatan lomba mulung antar kelurahan yang dilewati Sungai Ciliwung Kota Bogor yang diadakan pada tanggal 29 November 2011, mengambil momentum Hari Sumpah Pemuda.

Upaya mengajak warga untuk ikut dalam perbaikan kondisi Ciliwung dengan tema “Ayo Generasi Muda Selamatkan Ciliwung” kali ini melibatkan 11 kelurahan yang bersedia ikut serta dalam kompetisi ini.

Kelurahan yang bersedia mengikuti kompetisi kali ini tercatat:
1. Kelurahan Katulampa dengan jumlah peserta warga 50 orang
2. Kelurahan Tajur 11 orang
3. Kelurahan sindang Rasa 62 orang
4. Kelurahan Babakan Pasar 34 orang
5. Kelurahan Baranangsiang 51 orang
6. Kelurahan Sempur 116 orang
7. Kelurahan Bantar Jati 321 orang
8. Kelurahan Kedung Badak 49 orang
9. Kelurahan cibuluh 71 orang
10. Kelurahan Kedung Halang 68 orang
11. Kelurahan Tanah Sereal 82 orang

Total jumlah peserta 915 orang, hampir mencapai 1.000 orang yang turun ke sungai membersihkan sampah, dengan semangat gotong royong dan antusias untuk menang berhasil mengangkat sampah 1.710 karunga ukuran 25 kg dari sungai Ciliwung.
Jumlah total sampah yang berhasil diangkat dari Sungai Ciliwung ini sedikit banyak bisa mengurangi resiko banjir ketika sekarang ini sudah memasuki musim penghujan.

Pada tahun 2009, lomba mulung pertama terkumpul 815 karung dan sebanyak 437 orang atau warga yang terlibat dalam lomba mulung ini. Sebanyak 10 kelurahan yang terlibat. Pada tahun 2010 terjadi peningkatan, dari 10 kelurahan yang terlibat, terkumpul sebanyak 1233 karung dan 815 warga. Pada tahun ini (2011), 1710 karung sampah berhasil dikeluarkan dari sungai ciliwung. 915 warga terlibat. Jika digabungkan dengan tim juri dan teman-teman KPC lebih dari 1000 orang pada hari sabtu minggu lalu yang turun ke Sungai Ciliwung di Kota Bogor.
Melihat grafik selama 3 tahun ini keterlibatan warga dan jumlah karung yang terkumpul meningkat (tunjukkan grafik). Warga Kota Bogor selama 3 tahun ini sudah mulai menunjukkan kepeduliannya terhadap Sungai Ciliwung. Kita berharap inisiatif ini bisa diikuti oleh warga lainnya sehingga tidak ada lagi saling tuding dan menyalahkan ketika kita berbicara kerusakan ciliwung. Ataupun ketika warga Depok dan Jakarta kebanjiran. Tidak lagi menyalahkan warga Bogor.

Kegiatan lomba tahun ini berjalan dengan baik dan lancar berkat bantuan banyak pihak. Diantaranya adalah Pemerintah Kota Bogor, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, KODIM 0606 Kota Bogor, Bank BNI, PDAM Kota Bogor Tirta Pakuan, Asosiasi Mahasiswa Indonesia di Universitas Queensland, Australia, Internasional Water Centre, Pusat Pengkajian Perencanaan dan Pengembangan Wilayah (P4W IPB), Mahasiswa dari FEMA IPB, LAWALATA IPB dan seluruh Lurah serta warga seluruh kelurahan yang telah berpartisipasi dalam lomba ini.

Penilaian dalam kompetisi ini berdasarkan atas tiga kriteria, yaitu:
(1) jumlah karung sampah berukuran 25 kg yang terkumpul.
(2) keterwakilan warga di setiap kelurahan (RW/RT).
(3) dukungan dari warga masyarakat di setiap kelurahan (moril dan materiil) serta kreatifitas warga.

Penyerahan Tropy dan hadiah uang diberikan pada hari Jumat 4 November 2011 bertempat di Kelurahan BantarJati sebagai kelurahan pemenang Lomba Mulung 2011, penyerahan Tropy dan hadiah dilakukan oleh
Bapak Diani Budiarto (Walikota Bogor), Letnan Kolonel Kav. Sinyo (Dandim 0606 Kota Bogor), I Nyoman Wirawan (Pimpinan Bank BNI Cabang Bogor), Daud Nedo Darenoh (Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bogor),

Kelurahan Bantar Jati mendapatkan nilai tertinggi yaitu 3.603 poin dari ketiga indikator penilaian yang sudah ditentukan panitia. Kelurahan Bantar Jati berhasil mengumpulkan 496 karung dan melibatkan warga sebanyak 321 orang. Selain berhasil mempertahankan trophy bergilir Wali Kota Bogor, Kelurahan Bantar Jati juga akan mendapatkan uang tunai sebesar 5 juta rupiah.

Juara kedua Kelurahan Sempur dalam lomba ini berhak mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp. 3 juta rupiah dan juara ketiga Kelurahan Kedung Badak mendapatkan Rp. 2 juta rupiah

Hal menggembirakan yang saya lihat pada perlombaan ini mulai adanya bibit kepeduliaan akan penyelamatan Sungai Ciliwung, hal ini terlihat dari Kelurahan Bantar Jati sebagai Juara Bertahan tahun lalu telah berinisiatif membentuk Komunitas Peduli Kali Ciliwung Bantar Jati dan swadaya pemasangan spanduk sosialisasi dan pesan:
“MASYARAKAT KELURAHAN BANTARJATI SIAP BERPARTISIPASI MENJAGA CILIWUNG MENJADI BERSIH, Buktikan Wujud Nyata Kepedulian Warga Untuk Tidak Membuang Sampah Di Kali Ciliwung”.

Semoga dengan perlombaan seperti ini bisa menumbuhakan bibit kepeduliaan lebih banyak orang lagi terhadap sungai di lingkungan kita, sebagai sumber air penopang dan sumber kehidupan kita semua.


Juara I Kelurahan BantarJati, II Kelurahan Sempur dan III Kelurahan Kedung Badak dan Ketua Panitia Lomba Komunitas Peduli Ciliwung Een Irawan Putra dan Walikota Bogor Pak Diani Budiarto


“Ayo Generasi Muda Selamatkan Ciliwung” dengan Semangat Sumpah Pemuda


Mulung Sampah Kelurahan Sempur


Memungut sampah sampai ke tengah sungai


Mulung Sampah warga kelurahan di Bendung Katulampa


Hampir 1.000 orang bergotong royong membersihkan Ciliwung, mencegah bencana.


Yang Tua dan Yang Muda bergabung menjadi Satu dengan Semangat Sumpah Pemuda


Membersihkan Sungai Ciliwung di Kelurahan Bantarjati


Dukungan Penuh Kodim 06/06 Kota Bogor Untuk Sungai Ciliwung


Karung Sampah Yang berhasil Dikumpulkan sementara dari Hasil Buruaan Di Sungai Ciliwung


Prajurit dari Kodim 06/06 Kota Bogor membantu warga ibu-ibu memasukin sampah ke karung


Kelurahan Bantar Jati sebagai Juara Bertahan tahun lalu telah berinisiatif membentuk Komunitas Peduli Kali Ciliwung Bantar Jati dan swadaya pemasangan spanduk sosialisasi dan pesan: “MASYARAKAT KELURAHAN BANTARJATI SIAP BERPARTISIPASI MENJAGA CILIWUNG MENJADI BERSIH, Buktikan Wujud Nyata Kepedulian Warga Untuk Tidak Membuang Sampah Di Kali Ciliwung”


Indahnya Sungai Ciliwung Setelah Dibersihkan


Inisiatif Warga Kelurahan BantarJati Membentuk Komunitas Peduli Kali Ciliwung Bersih sebagai Juara Lomba Tahun Lalu