Entri Populer

Selasa, 25 Oktober 2011

Jorok dan Egoisnya Warga Ciliwung, Susur Lanjutan 7 Mei 2011




Ciliwung Suka Sari


WC paling mewah sedunia…


Semua perabot rumah tangga ada di Ciliwung, tempat sampah raksasa.


Bangunan pemukiman sampai tepi tebing bantaran yang curam. Terlihat sangat membahayakan keselamatan jiwa penghuninya karena sangat rawan longsor.


Gunung-gunung sampah baranangsiang


Gunung sampah Ciliwung Baranangsiang.


Meriam produksi bakteri Coli Ciliwung, fresh from Oven. Bikin ill feel untuk makan siang


Tempat pembuangan sampah rumah tangga Ciliwung Suka Sari.



Beristirahat sejenak di jembatan Suka Sari.


sampah dan sampah melulu.



Aliran pembuangan limbah rumah tangga langsung menuju Ciliwung.


Melewati medan yang cukup sulit, harus ekstra hati-hati.


Terlihatkah sesuatu di foto ini..? Test kejeliaan mata…..


Sungai tempat semua kegiatan, ya mandi, ya BAB, ya mencuci.



Prihatin sungai sebagai tempat pembuangan sampah.



Keuniakan geografis pulau Delta Ciliwung Pulo Geulis Pasar Babakan.


Delta Pulau Geulis, membuat Ciliwung menjadi bercabang. Salah satu keunikan pulo Geulis Babakan Pasar.


Sambutan ramah Vihara/ kelenteng Maha Brahma (Pan Kho Bio) Pulo Geulis.



Keramah Tamahan Pulo Geulis, bersama pak Bram (Bram Abraham Halim)


makam tokoh agama Islam Mbah Sakee di dalam komp. kelenteng (Pan Kho Bio)


Pohon Langka Raksasa bantaran Ciliwung Kebun Raya, Mantap nich Pohon, bisa memberi oksigen berapa ribu orang ya…?


Jalan setapak sepanjang bantaran Ciliwung Kebun Raya Bogor, mantap.. Pengelolaan ruang publik bantaran yang ideal.


Tim Susur Komunitas Peduli Ciliwung


Curahan Hati Ciliwung…!, Menjadi Azab Bagi Warganya Jika Tak di Dengar….

Foto dan Tulisan: Sudirman Asun
Susur kali ini melewatin percis perkotaan Bogor, melewati daerah Baranangsiang, Sukasari, Pulo geulis Pasar Babakan, Kebun Raya, dan Sempur.

Pengalaman menjijikan dialamin susur kali ini, karena kita pas susur sungai di badan sungai pagi hari dimana nasabah lagi rame-ramenya ngantri di wc umum di bawah pemukiman warga di bantaran setinggi 5-10M, kita dihujani tembakan meriam berisi kotoran dari wc pribadi maupun barisan wc umum yang berderet sepanjang sungai.
Sistem sanitasi wc hampir semua di bantaran tanpa melewati septic tank, membuat kotoran langsung jatuh ke sungai tanpa terolah dahulu mencemari air sungai dengan bakteri Coli.

Susur kali ini juga banyak berpapasan dengan warga Ciliwung yang kepergok sedang memberikan hadiah bingkisan sampah buat sungai Ciliwung dengan cara dilempar.

Pulo Geulis Permukiman asimilasi orang Tionghoa tertua di Bogor.

Hal menarik dalam susur kali ini, ketika kita bershilaturami dan diterima dengan ramah tamah di Vihara/ kelenteng Maha Brahma Pan Kho Bio yg merupakan kelenteng tertua di Bogor.

Teman-teman KPC sendiri telah akrab dan sering berkunjung di kelenteng ini dan mempunyai hubungan cukup dekat dengan pengelola kelenteng dan tokoh masyarakat Bram Abraham Halim.
Kelenteng ini tercatat sudah ada pada beberapa catatan kuno perjalanan eksprolasi terkenal antara lain :
1. Catatan Sersan Scipio
2. Catatan Adolf Winker 1687
3. Catatan Abraham Van Reback 1704

Pulo Geulis sendiri merupakan pulau/delta di tengah sungai Ciliwung.
Menurut pak Bram Abraham Halim, seorang tokoh masyarakat asli Pulo Geulis dengan akrab menceritakan sejarah delta tersebut yang mempunyai ikatan sejarah Ciliwung dengan kerajaan Pakuan Pajajaran.
Disini terjadi asimilasi tertua di Bogor antara orang Tionghoa dengan orang Sunda.

Di dalam kelenteng sendiri terdapat makam beberapa tokoh-tokoh agama Islam seperti Uyut Gebog, eyang Sakee dan Raden Jayadiningrat, sehingga tidak diherankan jika pada tanggal-tanggal tertentu kalender Islam banyak penjiarah-penjiarah muslim yang mengadakan pengajiaan, dan asimilasi serta toleransi beragama berjalan mesra dan damai di sini selama ratusan tahun lamanya.

Adanya Kearifan lokal yang mesti digali dan dihidupkan kembali adalah budaya prosesi penyuciaan Barongsai oleh aliran sungai Ciliwung oleh warga Tionghoa setiap tahun baru Imlek hari ke-9 (Che Khau) sebelum diarak pada Cap Go Mei (hari ke-15 tahun baru Imlek). Namun hal ini tidak dilakukan lagi sekarang karena kotornya aliran Ciliwung pada saat ini.

Perjalanan cukup menyenangkan ketika susur melewati Kebun Raya Bogor, pengelolaan bantaran sungai yang cukup ideal dengan pepohonan langka raksasa nan rindang serta jalan setapak mirip joging track alami sepanjang bantaran Ciliwung Kebun Raya Bogor.

Perjalanan susur berakhir dengan disambut hujan lebat sepanjang Sempur sampai Sempur Ujung Bendungan Cibagoloh.

2 komentar:

  1. Nampaknya penduduk sekitar harus diberi penyuluhan dan arahan untuk tidak mengotori dan mencemari sungai Ciliwung dengan demikian Insya Allah sungai Ciliwung bisa bersih dan terjaga..

    BalasHapus