Entri Populer

Jumat, 21 Oktober 2011

Keindahan “Green Canyon” ala Ciliwung yang Eksotik





Kotor dan Tercemarnya Sungai Ciliwung Di Pejaten Timur Jakarta


Perumahan Kumuh Bantaran Sungai Ciliwung di Jakarta (foto diambil dari google)

Green Canyon ala Ciliwung


Sampai kapan keindahan Green Canyon Ciliwung ini bisa bertahan…(foto: Hapsoro)



Keindahan Landscape bebatuan sedimentasi di badan Sungai Ciliwung. (foto: Hapsoro)



Karya Seni Dari Alam Pengikisan Batuan Sedimen Di Badan Sungai. (foto: Hapsoro)



Palung dalam terjal dan sempit berkelok.(foto: Hapsoro)



Asyiknya memancing dengan keindahan panorama dan keteduhan sungai yang rindang karena ketutupan tingginya ngarai.(foto: Hapsoro)



Landasan peluncuran sampah dari ketinggiaan bantaran, di daerah Tajur.(foto: Hapsoro)


Yang sangat disayangkan, pada bagian yg indah ini di kelurahan Tajur banyak dijadikan tempat pembuangan sampah dari pemukiman padat penduduk daerah Tajur.(foto: Hapsoro)


Spot favorit pemancingan di Tajur. (foto: Hapsoro)


Bendung Katulampa, dari sinilah pertama informasi air sungai jika terjadi luapan yang akan membanjiri Jakarta. (foto diambil dari google)


Tulisan: Sudirman Asun
Siapa sangka sungai Ciliwung yang membelah kota Jakarta mempunyai pemandangan yang begitu menajubkan di hulu sungainya. Sungai yang dulu terkenal keindahannya sampai ke negeri Belanda, sekarang terseok-seok kotor, tercemar dan memprihatinkan.

Aliran Ciliwung setelah Bendungan Katulampa sampai Tajur, kita disuguhkan daerah sungai yang saya anggap sangat eksotik dan indah, seperti bagian Ciliwung yg hilang, yg luput dari perhatiaan orang.
Daerah sungai dengan landscape mirip pemandangan Green Canyon, bantaran sungai dengan ngarai yang tinggi (sekitar 12 meteran) dan terjal serta badan sungai yang terdiri dari batu karang dari jenis batuaan sedimentasi terkikis secara alami membentuk karya seni alam yang memukau.

Yang sangat disayangkan pada bagiaan yg indah ini di kelurahan Tajur banyak dijadikan tempat pembuangan sampah dari pemukiman padat penduduk daerah Tajur, dengan dasar badan sungai yang tidak terlihat dari pemukiman karena tingginya bantaran, menjadikan sungai menjadi tempat favorit pelemparan sampah.

Sampai-sampai ada landasan khusus yang dibuat sedemikiaan rupa sebagai tanda, berupa lantai dari semen untuk tempat peluncuran bungkusan sampah ke bawah sungai, Hal yang sama juga dilakukan dinas kebersihan kelurahan menjadikan tempat tersebut sebagai tempat pembuangan, hal ini terlihat dari gerobak sampah yang diparkir di daerah peluncuran sampah tersebut.

1 komentar:

  1. sangat miris ya, padahal penduduk2nya bertempat tinggal di sampaing sungai namun kenapa tidak memperhatikan sedikitpun akan kebersihannya..

    BalasHapus