Entri Populer

Rabu, 20 Juli 2011

Pencarian Lembah Subur Sungai Cimanuk (Ekpedisi Cimanuk oleh Telapak 10-16 Juli 2011) bag. 1


Pencarian menjelang sore,Istirahat di dataran tinggi Cikajang Pameungpeuk



Pencarian dari Bayombong-Cikajang menyesatkan kami hingga menembus di daerah dataran tinggi menuju Pameungpeuk, yang menjadi hulu sungai Cisanggiri yang bermuara di pantai Selatan Jawa.



Tuan rumah dengan keramahan khas penduduk desa Indonesia, yg membolehkan kita menumpang nginap, ketu RW Desa Simpang. Cikajang



Pencarian titik nol hulu Cimanuk dari Bayombong



Team Susur Ekspedisi Cimanuk



Jembatan Bayombong sungai Cimanuk Garut Selatan.



Foto dan Tulisan Sudirman Asun

Pergilah ke arah matahari terbenam dan carilah lembah Sungai Cimanuk. Manakala telah disana, berhentilah dan tebanglah belukar secukupnya untuk mendirikan pedukuhan dan menetaplah disana. Kelak tempat itu akan menjadi subur dan makmur serta tujuh turunanmu akan memerintah disana“, amanat yang diterima Raden Aryo Wiralodra/ pangeran Dermayu dari Kerajaan Mataram sebagai misi khusus, menjadi sepenggal sejarah yang sangat menarik perhatiaan teman kami mas Hapsoro dari Telapak untuk mencoba menjelajahi aliran sungai Cimanuk.

Cimanuk dengan kesuburannya telah menjadi garis depan peperangan antara Kerajaan Pajajaran dengan Kerajaan Mataram. Disitu terjadi percampuran budaya antara orang Sunda dan Jawa yang saling melengkapi, menjadikan satu budaya dan sejarah baru.

Setelah disepakati bersama, akhirnya teman-teman dari Telapak menyetujui melakukan ekspedisi kecil-kecilan susur sungai Cimanuk yang dilaksanakan dalam jangka waktu 6 hari (10-16 Juni 2011), susur dilakukan dengan berkendaraan Land Rover keluaran tahun ‘63.

Anggota susur berjumlah 8 orang terdiri dari Hapsoro komandan susur, Yoyon Kolor Ijo sebagai Driver dan penjajakan track perahu kano, Achmad Dicka Logistik dan Navigator, Rita Mustikasari pemerhati dan peneliti penguna air, Hari Kikuk dan Andi Juanda untuk pemetaan dan pendataan, Anggitane Ironogo dari media kantor berita Kota Hujan dan saya sendiri sebagai tim pengembira.

Sungai Cimanuk sebagai salah satu sungai terbesar di Jawa Barat, membujur dari Selatan hingga ke Utara Jawa Barat, membentang gagah memotong dari Selatan Kabupaten Garut Jawa Barat, membelah Kota Garut melewati Kab. Majalengka, hingga bermuara di Kota Indramayu Pantai Utara Jawa.

Namun hanya sedikit sekali data dan informasi tentang sungai Cimanuk yang bisa kita peroleh. Karena panjangnya sungai dan terbatasnya waktu, susur dilakukan secara global mengambil titik potongan sungai tertentu yang kami anggap penting seperti hulu, tengah, dan hilir muara.

Data tentang Cimanuk yang terbatas dan sedikitnya info yang diterima dari minim nya pengetahuaan tentang sungai oleh penduduk lokal serta penamaan nama sungai yang bersifat lokalitas, menjadikan pencariaan titik hulu sebagai titik nol sebagai hal tersulit pada hari pertama susur. Gambaran peta besar yang kami bawa hanya memperlihatkan hulu sungai berasal dari 2 aliran yaitu pegunungan Cikuray dan pegunungan Papandayan.

Pencarian dari Bayombong-Cikajang menyesatkan kami hingga menembus di daerah dataran tinggi menuju Pameungpeuk, yang menjadi hulu sungai Cisanggiri yang bermuara di pantai Selatan Jawa.

Pencariaan sampai menjelang malam itu, membawa kami ke satu tempat bernama Kampung Cimanuk, dari kampung Cimanuk inilah kami memperoleh informasi yang pasti bahwa letak salah satu hulu sungai ada di desa Simpang daerah Cikajang.

Pencariaan desa Simpang itu ketemu menjelang jam 8 malam, dan akhirnya diputuskan kita bermalam di desa Simpang, beruntung kita diterima dengan ramah menumpang di rumah keluarga pak Empud ketua RW desa Simpang.

Bersambung…….

1 komentar: