Entri Populer

Jumat, 26 Oktober 2012

Apa yang Terjadi pada Sumber Air Minum Kita..?

Intake PDAM di Ciliwung Pejaten Timur berhenti beroperasi sejak 20 tahun yang lalu

Apa yang terjadi pada sumber air minum kita..?
Apa yang terjadi dengan sungai kita Ciliwung…?

Intake PDAM di Pejaten Timur ini sudah tidak beroperasi hampir 20 tahun lebih lamanya… Bahan baku air Sungai Ciliwung tidak layak lagi untuk dimanfaatkan, Polusi airnya terlalu tinggi baik cemaran kimia maupun cemaran organik. Aliran Ciliwung dikategorikan “Baku Mutu Air Kelas 4″ yg berarti Tercemar Berat , Hingga Tidak ada Klasifikasi Kelas karena kompleknya dan kentalnya bahan pencemar.

Sumber penggunaan bahan baku air Ciliwung oleh PDAM terkhir ada di daerah Ciliwung Depok Citayam. Sedangkan untuk Jakarta masih menggantungkan bahan baku air dari Kali Krukut dan Kali Malang Sungai Tarum Barat.

Dari 13 sungai di Jakarta, hampir sebagian besar tidak bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku sumber air. Sumber daya air permukaan rusak karena buruknya pengelolaan sistem.

Jakarta terancam tenggelam karena eksploitasi berlebihan sumber air tanah, imbas dari kegagalan memelihara sungai sebagai sumber daya air permukaan.

Kita lebih meributkan kenaikan BBM beberapa rupiah daripada memikirkan bahwa air minum yang kita harganya hampir menyamai 1 liter bensin.

Alam adalah keseimbangan, sudahkan kita bertindak adil kepada alam..? sudahkah kita memelihara sumber air kita sungai..? Berapa kerugiaan investasi PDAM ini karena tidak beroperasi..?,
Berapa kerugian masyarakat sebagai konsumen yang harus membayar mahal air bersih karena mahalnya biaya pengelolaan air dengan baku mutu kelas 4 Ciliwung, berapa biaya kesehatan hidup yang harus kita bayar karena air yang kita konsumsi , penurunan kualitas Sumber Daya Manusia karena air yang kita minum.

Harapan ke depan Intake PDAM di Ciliwung Pejaten Timur - Jakarta Selatan ini dapat kembali beroperasi. Lebih banyak lagi masyarkat kita terjangkau oleh air bersih yang lebih murah.
#StopSedotAirTanah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar