Entri Populer

Friday, November 4, 2011

Ciliwung Goes To School (SMP Kanisius Jakarta dan SMKN 1 Bogor)


Kampanye dan Sosialisi Pentingnya Air dan Sungai Di Sekolah SMP Kanisius Menteng Jakarta (foto: Nana Raju)

Tulisan : sudirman Asun

Hari yang berbeda tidak seperti biasanya kami janjiaan bertemu dan berlegiatan di pinggir Sungai Ciliwung, memperoleh kesempatan ditawari untuk berkampanye dan sosialisasi di kelas depan murid-murid anak sekolah menjadi tantangan tersendiri untuk bisa mengajak lebih banyak lagi masyarakat untuk ikut peduli terhadap penyelamatan atas kerusakan sungai- sungai di sekitar kita terutama Sungai ciliwung.

Walaupun dengan perasaan nervous sedikit gugup berbicara di depan ratusan murid- murid sekolah, saya dan teman-teman sangat gembira bisa bercerita banyak tentang pentingnya menjaga sungai sebagai sumber kehidupan yaitu “AIR”.

Pentingnya menyelamatkan Sungai Ciliwung karena sebagai pemasok bahan baku air PDAM dan sumber protein ikan walaupun kondisi sekarang dalam keadaan tercemar berat oleh limbah Industri, limbah cair maupun sampah rumah tangga dan terakumulasi di laut Teluk Jakarta sebagai pemasok konsumsi ikan Jabodetabek.

Banyak hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari yang bisa dilakukan siapa saja dalam penyelamatan sumber daya air terutama sungai seperti menghemat pengunaan air, menolak kemasan makanan STYROFOAM, mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai buang, membuang sampah pada tempatnya, membawa botol minuman sendiri dari rumah yang bisa diisi ulang, menanam pohon, membuat biopori/ sumur resapan mengurangi air hujan langsung terbuang menjadi air permukaan.

Bersama teman-teman Irma Dana, Henry Adam dari Komunitas Peduli Ciliwung Bogor, Nana Raju dari Teens Go Green dan Ucup Apri Viries dan Cecil Juliana Priscilla Dewi dari Young Transformer (Transformasi Hijau) yang rutin mulung sampah di Sungai Ciliwung dan Hutan Mangrove Angke muara salah satu muara dari Sungai Ciliwung, pada bulan Oktober 2011 berkesempatan berkampanye dan sosialisasi penyelamatan sumber daya alam sungai atas undangan sekolah SMP Kanisius Jakarta dan SMKN 1 Kota Bogor.

Harapan kami semoga dengan membawa kepada anak-anak sekolah gambaran terkini dari kondisi Ciliwung yang kritis saat ini, timbul rasa kepeduliaan akan lingkungan sekitar mulai dari usia anak sekolah.

Mereka sebagai masa depan bangsa, mereka bisa belajar banyak dari kesalahan kesalahan pendahulu mereka, dan apabila mereka menjabat di pemerintahan bisa mengambil langkah dan kebijakan yang lebih konkrit dalam pelestariaan dan keberlangsungan sumber daya alam di Indonesia.

Terima kasih kami untuk SMP Kanisus Jakarta dan SMKN 1 Bogor
untuk Undangan kesempatan sosialisasi dan kampanye sungai di sekolah.


Semangat muda Kampanye Penyelamatan Sungai oleh teman-teman Teens Go Green dan Young Transformer di depan murid-murid SMP Kanisius


Nana Teens Go Green menerangkan Bahaya penggunaan kemasan makanan Styrofoam bagi kesehatan manusia dan pencemar samapah nomor 2 di sungai dan perairan.


Saya mencoba memberi penjelasan dalam bentuk gambar dan video kegiatan (SMP Kanisius , Foto: Nana Raju).


Mba Irma dari Komunitas Peduli Ciliwung Bogor membagi cerita tentang pengalaman berkegiatan di Sungai Ciliwung kepada pelajar gabungan sekota Bogor di SMKN 1 Kota Bogor.



One Earth One Future “pelestarian air & dialog interaktif mengenai lingkungan” oleh SMKN Bogor dan gabungan pelajar setingkat SMA Kabupaten dan Kota Bogor


Dialog interaktif dengan peserta pelajar setingkat SMA gabungan Kabupaten dan Kota Bogor.


Penjelasan dari Pak Anton perwakilan BPLH Kota Bogor



Pembuka acara Penyanyi Solo dan iringan akustik dari siswa .


Selingan Apresiasi Keseniaan Daerah oleh pelajar SMKN 1 Bogor

Tuesday, November 1, 2011

Stock Suplai Bakteri Escherichia Coli untuk PDAM Kota Depok, Susur Ciliwung Lanjutan 8 Oktober 2011


Instalasi Pembuangan Limbah Tinja (IPLT)Kota Depok di Pinggir Ciliwung


Intake PDAM Tirta Kahuripan Depok 2 KM Hilir Ke Bawah dari IPLT Depok


Foto dan Tulisan: Sudirman Asun

Menjadi satu hal yang dilematis dimana ketika sejumlah kementriaan akan mengadakan “Konfrensi Sanitasi Nasional 2011” yang diadakan selama tiga hari sejak tanggal 11-13 Oktober 2011 di Grand Sahid Jakarta membahas persoalan sanitasi dan air minum, dalam susur kali ini kami menemukan pembangunan fisik infrastruktur di Ciliwung oleh pemerintah mendukung penyebab terjadinya pencemaran bakteri E-Coli di sungai Ciliwung, yang menjadi pemasok bahan baku air PDAM Bogor dan Depok.

Sebelumnya, pada susur terdahulu ketika mendapati bahwa banyaknya “WC umum komunal di pemukiman padat Baranangsiang Kota Bogor”. yang tidak melewati Septic Tank mengalir langsung ke Sungai Ciliwung, kali ini kami mendapati Instalasi Pembuangan Limbah Tinja Pemda Kota Depok yang dibangun tidak jauh dari bantaran Sungai Ciliwung, juga melakukan pembuangan ke Ciliwung.

Dari obloran dengan petugas IPLT Kota Depok, bahwa rata-rata 6 truck mobil tangki setiap harinya membuang muatan tinja di sini, dan pengelolaan tinjanya dibiarkan di kolam terbuka tanpa treatment khusus, dan kalau lumpur tinjanya sudah penuh dikeruk dan dibuang ke sungai.

Dari pengamatan kami ketika mendekat terlihat warna lumpur tinja hitam pekat dengan bau menusuk.

Dan yang paling hebat, 2 KM hilir kebawah dari IPLT terdapat intake PDAM Tirta Kahuripan Kota Depok, dapat dibayangkan bagaimana bahan baku air Ciliwung yang terkontaminasi bakteri E-Coli ini di proses menjadi air minum warga Kota Depok.

Susur lanjutan oleh Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) 8 Oktober 2011, yang dilakukan dimulai dari titik terakhir yaitu Sungai Ciliwung daerah Citayam , dengan mendapat dukungan penuh Komunitas Ciliwung Condet, Komunitas Ciliwung Bojonggede dan para sahabat komunitas.

Peserta susur sebanyak 11 orang yaitu Hari Kikuk (komandan susur KPC), Rita Mustikasari (Telapak), Abdul Kodir, Fauzi, Alex (Komunitas Ciliwung Condet), Udin Zibrut (Komunitas Ciliwung Bojonggede), Lola (Mahasisiwi Fakultas Kehutanan IPB), Rinnenggo (Kantor Berita kotahujan.com), Ira Guslina dan Ilham (Group Tempo).

Selain penemuaan yang mengejutkan tentang IPLT di bantaran Ciliwung, Tim susur juga mendapati gunung sampah limbah pabrik kancing di Kampung Duren Kelurahan Kalimulya, juga beberapa gunung sampah rumah tangga yang cukup besar di Kelurahan Kalimulya.

Juga pembuangan limbah busa dan kayu ke sungai Ciliwung oleh perusahaan bengkel pembuat perabotan rumah sakit yang memang terletak percis di bantaran Ciliwung Kecamatan Cilodong.

Hutan Bambu sebagai daerah resapan air, penahan longsor dan mata air baru pengencer endapan aliran Ciliwung yang cukup lebat dari mulai daerah Cilebut, Bojonggede dan Citayam, memasuki daerah Depok terasa mulai berkurang dengan adanya pencaplokan dan privatisasi sempadan sungai oleh banyaknya komplek perumahan yang menyerobot sampai ke pinggir sungai.

Terutama Komplek Perumahan “Taman Anyelir 3″. di Kalimulya yang menguruk habis hutan bambu dengan tanah merah setinggi puluhan meter dan digantikan dengan pohon HTI pohon pinus dan pohon jambon yang merupakan pohon kriteria tidak cocok ditanam di bantaran sungai.

Hal ini sangat bebahaya mengingat beban massa tanah merah yang begitu berat tanpa rumpun bambu sebagai penahan di waktu hujan besar menguyur.

Tanah merah yang akan terbawa hujan ke aliran sungai akan mengancam pendangkalan hebat dan sedimentasi Sungai Ciliwung.

Susur selesai di titik Sungai Ciliwung Stasiun Depok dan berhasil mendata daerah Citayam, Kampung Duren, Kelurahan Kalimulya, Kelurahan Pondok Jaya, Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cilodong, Kecamatan Sukmajaya, Kecamatan Cipayung Kota Depok.


IPLT Kota Depok


PDAM Tirta Kahuripan Kota Depok


Limbah Pabrik Pembuat Kancing Baju di Bantaran Ciliwung Kebon Duren


Gunung Sampah Rumah Tangga Ciliwung Kalimulya


Pencaplokan dan Privatisasi Garis Sempadan Sungai Ciliwung Taman Anyelir 3


Pembangunan Pagar Taman Anyelir 3 Kalimulya sampai pinggir Sungai Ciliwung


Hutan Bambu yang habis diuruk tanah merah setinggi puluhan meter


Pengurukan dengan alat berat


Bahaya longsor di waktu hujan mengancam pendangkalan Ciliwung, Hutan Bambu yang sedianya buat penguat bantaran digantikan dengan Pohon Pinus dan Jabon yang perakarannya tidak kuat dan cocok di pinggir sungai (Bom Waktu Untuk Kerusakan Ekologis)


Susur menyeberangi sungai karena terhalang tembok privatisasi


Melintasi Hutan Bambu Yang Tersisa di Daerah Citayam Depok


Bersosialisasi dan mencari informasi dari warga Ciliwung


Tim Susur Komunitas Ciliwung Bersatu Untuk Ciliwung Yang Lebih Baik