Entri Populer

Selasa, 01 November 2011

Stock Suplai Bakteri Escherichia Coli untuk PDAM Kota Depok, Susur Ciliwung Lanjutan 8 Oktober 2011


Instalasi Pembuangan Limbah Tinja (IPLT)Kota Depok di Pinggir Ciliwung


Intake PDAM Tirta Kahuripan Depok 2 KM Hilir Ke Bawah dari IPLT Depok


Foto dan Tulisan: Sudirman Asun

Menjadi satu hal yang dilematis dimana ketika sejumlah kementriaan akan mengadakan “Konfrensi Sanitasi Nasional 2011” yang diadakan selama tiga hari sejak tanggal 11-13 Oktober 2011 di Grand Sahid Jakarta membahas persoalan sanitasi dan air minum, dalam susur kali ini kami menemukan pembangunan fisik infrastruktur di Ciliwung oleh pemerintah mendukung penyebab terjadinya pencemaran bakteri E-Coli di sungai Ciliwung, yang menjadi pemasok bahan baku air PDAM Bogor dan Depok.

Sebelumnya, pada susur terdahulu ketika mendapati bahwa banyaknya “WC umum komunal di pemukiman padat Baranangsiang Kota Bogor”. yang tidak melewati Septic Tank mengalir langsung ke Sungai Ciliwung, kali ini kami mendapati Instalasi Pembuangan Limbah Tinja Pemda Kota Depok yang dibangun tidak jauh dari bantaran Sungai Ciliwung, juga melakukan pembuangan ke Ciliwung.

Dari obloran dengan petugas IPLT Kota Depok, bahwa rata-rata 6 truck mobil tangki setiap harinya membuang muatan tinja di sini, dan pengelolaan tinjanya dibiarkan di kolam terbuka tanpa treatment khusus, dan kalau lumpur tinjanya sudah penuh dikeruk dan dibuang ke sungai.

Dari pengamatan kami ketika mendekat terlihat warna lumpur tinja hitam pekat dengan bau menusuk.

Dan yang paling hebat, 2 KM hilir kebawah dari IPLT terdapat intake PDAM Tirta Kahuripan Kota Depok, dapat dibayangkan bagaimana bahan baku air Ciliwung yang terkontaminasi bakteri E-Coli ini di proses menjadi air minum warga Kota Depok.

Susur lanjutan oleh Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) 8 Oktober 2011, yang dilakukan dimulai dari titik terakhir yaitu Sungai Ciliwung daerah Citayam , dengan mendapat dukungan penuh Komunitas Ciliwung Condet, Komunitas Ciliwung Bojonggede dan para sahabat komunitas.

Peserta susur sebanyak 11 orang yaitu Hari Kikuk (komandan susur KPC), Rita Mustikasari (Telapak), Abdul Kodir, Fauzi, Alex (Komunitas Ciliwung Condet), Udin Zibrut (Komunitas Ciliwung Bojonggede), Lola (Mahasisiwi Fakultas Kehutanan IPB), Rinnenggo (Kantor Berita kotahujan.com), Ira Guslina dan Ilham (Group Tempo).

Selain penemuaan yang mengejutkan tentang IPLT di bantaran Ciliwung, Tim susur juga mendapati gunung sampah limbah pabrik kancing di Kampung Duren Kelurahan Kalimulya, juga beberapa gunung sampah rumah tangga yang cukup besar di Kelurahan Kalimulya.

Juga pembuangan limbah busa dan kayu ke sungai Ciliwung oleh perusahaan bengkel pembuat perabotan rumah sakit yang memang terletak percis di bantaran Ciliwung Kecamatan Cilodong.

Hutan Bambu sebagai daerah resapan air, penahan longsor dan mata air baru pengencer endapan aliran Ciliwung yang cukup lebat dari mulai daerah Cilebut, Bojonggede dan Citayam, memasuki daerah Depok terasa mulai berkurang dengan adanya pencaplokan dan privatisasi sempadan sungai oleh banyaknya komplek perumahan yang menyerobot sampai ke pinggir sungai.

Terutama Komplek Perumahan “Taman Anyelir 3″. di Kalimulya yang menguruk habis hutan bambu dengan tanah merah setinggi puluhan meter dan digantikan dengan pohon HTI pohon pinus dan pohon jambon yang merupakan pohon kriteria tidak cocok ditanam di bantaran sungai.

Hal ini sangat bebahaya mengingat beban massa tanah merah yang begitu berat tanpa rumpun bambu sebagai penahan di waktu hujan besar menguyur.

Tanah merah yang akan terbawa hujan ke aliran sungai akan mengancam pendangkalan hebat dan sedimentasi Sungai Ciliwung.

Susur selesai di titik Sungai Ciliwung Stasiun Depok dan berhasil mendata daerah Citayam, Kampung Duren, Kelurahan Kalimulya, Kelurahan Pondok Jaya, Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cilodong, Kecamatan Sukmajaya, Kecamatan Cipayung Kota Depok.


IPLT Kota Depok


PDAM Tirta Kahuripan Kota Depok


Limbah Pabrik Pembuat Kancing Baju di Bantaran Ciliwung Kebon Duren


Gunung Sampah Rumah Tangga Ciliwung Kalimulya


Pencaplokan dan Privatisasi Garis Sempadan Sungai Ciliwung Taman Anyelir 3


Pembangunan Pagar Taman Anyelir 3 Kalimulya sampai pinggir Sungai Ciliwung


Hutan Bambu yang habis diuruk tanah merah setinggi puluhan meter


Pengurukan dengan alat berat


Bahaya longsor di waktu hujan mengancam pendangkalan Ciliwung, Hutan Bambu yang sedianya buat penguat bantaran digantikan dengan Pohon Pinus dan Jabon yang perakarannya tidak kuat dan cocok di pinggir sungai (Bom Waktu Untuk Kerusakan Ekologis)


Susur menyeberangi sungai karena terhalang tembok privatisasi


Melintasi Hutan Bambu Yang Tersisa di Daerah Citayam Depok


Bersosialisasi dan mencari informasi dari warga Ciliwung


Tim Susur Komunitas Ciliwung Bersatu Untuk Ciliwung Yang Lebih Baik

2 komentar:

  1. Terima kasih infonya,, tulisan anda bisa menjadi source untuk saya
    salam kenal ya

    BalasHapus
  2. Salam ciliwung, maaf kemarin ada kerusakan data foto, utk lengkapnya tuliasan ttg sungai Ciliwung, silakan mampir ke
    http://www.kompasiana.com/Sudirman_Asun

    BalasHapus